Apa itu Keunggulan Komparatif?

Februari 23, 2022 ・0 comments

Keunggulan Komparatif adalah orang yang menikmati keunggulan absolut atas pesaing mereka dalam satu aktivitas. Dengan kata lain, mereka memiliki keunggulan atas pesaing mereka karena mereka dapat menghasilkan lebih banyak barang lebih cepat. 

Ide asli Ricardo berasal dari tahun 1817, ketika dia menerbitkan bukunya The Wealth of Nations. Teori ini menjelaskan bagaimana negara-negara dapat meningkatkan konsumsi mereka secara keseluruhan dengan memproduksi lebih banyak barang daripada yang dapat dilakukan pesaing mereka. Konsep ini telah digunakan sejak saat itu.

Apa itu Keunggulan Komparatif?

Prinsip dasar keunggulan komparatif adalah bahwa negara-negara dan bisnis bersaing untuk mendapatkan yang terbaik. Misalnya, suatu negara dapat menghasilkan produk yang lebih murah dan berkualitas lebih tinggi daripada negara lain, dan dapat melakukannya dengan menggunakan keterampilan teknologi dan tenaga kerja yang unggul. 

Karena itu, manfaat ekonomi dari strategi ini sangatlah besar, karena negara dapat fokus pada produk dan layanan unggulan mereka dan dapat memanfaatkan ekonomi global, sebagai hasilnya, mereka mampu menjaga harga tetap rendah sambil meningkatkan penjualan mereka.

Sementara beberapa negara mungkin memiliki keunggulan dibandingkan negara lain dalam produk tertentu, ini tidak berarti bahwa mereka memiliki keunggulan komparatif di setiap bidang. 

Keunggulan komparatif suatu negara harus dilihat dalam skala yang lebih luas. 

Biaya produksi barang dan jasa harus dibagi untuk memastikan tingkat tertinggi dari keseluruhan produksi dan biaya. Dengan kata lain, keunggulan komparatif suatu negara terletak pada kemampuannya untuk memproduksi lebih banyak produk yang sama.Dengan kata lain, negara-negara yang dapat menghasilkan lebih banyak sesuatu dapat memperoleh manfaat lebih banyak daripada mereka yang tidak dapat menghasilkan sesuatu. 

Contoh Keunggulan Komparatif

Misalnya, negara yang menghasilkan efisiensi paling tinggi untuk suatu produk belum tentu memiliki keunggulan komparatif di bidang tertentu. Negara tersebut harus fokus untuk menghasilkan kualitas produk yang sama dengan negara yang tidak memiliki keunggulan tersebut. Dengan cara ini, negara dapat memanfaatkan tenaga kerja dan waktu negara lain di daerah lain.

Sebagai aturan umum, memiliki keunggulan komparatif berarti bahwa suatu negara memiliki keunggulan yang berbeda atas negara lain. Seringkali masalah menjadi lebih baik daripada kompetisi. Hal ini dapat terjadi di banyak sektor dan merupakan dasar bagi perdagangan bebas. 

Namun, hal itu bisa berbahaya bagi negara berkembang jika pemerintah mempromosikan spesialisasi yang berlebihan. Selain itu, perdagangan bebas memungkinkan negara-negara maju untuk mengakses tenaga kerja industri yang murah tetapi dapat menimbulkan biaya manusia yang besar karena eksploitasi tenaga kerja lokal.

Ketika warga suatu negara lebih baik dalam keterampilan tertentu, ada keunggulan komparatif. Misalnya, negara yang memproduksi tali memiliki keunggulan komparatif dibandingkan negara yang memproduksi tepung ikan. Dengan kata lain, negara tersebut memiliki keunggulan relatif dalam industri tersebut. Ini penting bagi negara yang memiliki banyak jenis barang untuk dijual. Jika suatu negara bagus dalam satu hal, ia memiliki keunggulan kompetitif di negara lain.

Keunggulan komparatif adalah faktor kemampuan suatu negara untuk memproduksi barang tertentu. Ini bukan merupakan faktor harga barang yang diproduksi oleh masing-masing negara. Sebaliknya, suatu negara yang memproduksi lebih banyak barang akan memiliki kelemahan komparatif yang lebih besar dalam produk negara lain. Keunggulan kompetitif akan memungkinkan suatu negara untuk bersaing dengan negara-negara dengan biaya yang lebih rendah. Konsep keunggulan bersaing penting bagi perekonomian suatu negara.

Penting juga untuk diingat bahwa keunggulan komparatif suatu negara dalam produk tertentu mungkin tidak ada jika tidak mampu memproduksi barang lain dengan biaya lebih tinggi. Selain itu, keunggulan komparatif suatu negara dalam produksi makanan akan tergantung pada jumlah sumber daya yang digunakan dalam produksi. 

Oleh karena itu, perusahaan yang memproduksi lebih banyak makanan dapat memiliki daya saing yang lebih besar. Singkatnya, prinsip keunggulan komparatif suatu komoditas harus disesuaikan dengan kapasitas produksinya.

Prinsip keunggulan komparatif 

Prinsip keunggulan komparatif berlaku untuk sebagian besar sektor ekonomi. Sebaliknya, mijika negara yang memproduksi lebih banyak minyak dari pada Amerika Serikat yang memiliki keunggulan komparatif yang lebih tinggi dalam memproduksi jagung.

Ini karena yang terakhir memiliki biaya produksi yang lebih rendah dari pada yang pertama. 

Dengan kata lain, ia memiliki biaya tenaga kerja yang lebih rendah daripada yang pertama. Misalnya, Arab Saudi dapat memproduksi satu barel minyak dengan harga lebih murah daripada yang dilakukan Amerika Serikat.

Posting Komentar

If you can't commemt, try using Chrome instead.